Setelah dirilis di Youtube pada bulan november 2019 melalui akun resmi Youtube NUSSA Official, web series edutainment NUSSA berhasil menjadi satu-satunya Youtube channel Indonesia yang memiliki satu juta juta penonton dalam waktu kurang dari satu bulan dan mendapatkan silver play button dari Youtube.

Sejak awal kemunculannya, NUSSA mendapatkan dukungan serta perhatian yang besar dari masyarakat. Euforia ini dikarenakan adanya rasa kekhawatiran yang dimiliki masyarakat  akan sulitnya mendapatkan dan memberikan sebuah konten positif untuk putra dan putrinya. Sehingga melalui episode pertamanya yaitu “Tidur Sendiri, Gak Takut", NUSSA telah ditonton lebih dari 14 juta viewers dan menjadi perbincangan ramai di Youtube hingga saat ini. 

  
 Respon positif pun mengalir di berbagai media sosial lainnya seperti Instagram yang dimiliki Ustad Felixsiauw, Dewisandra dan Arie Untung dimana mereka sangat memberikan dukungan untuk NUSSA semoga dapat menjadi animasi  Indonesia berkonten Islami untuk dunia.

#nussabisa #nussauntukindonesia

Youtube    : Nussaofficial
Instagram : Nussaofficial
Facebook : Nussa Edutainment Series




“Plans are nothing. Planning is everything.” – Albert Einstein

Event baru dari The Little Giantz ➡️ The Giantz Education Gathering: Kupas tuntas The Giantz Education Program di Gathering ini, ada studio tour, talk show, dan Q&A... Registration untuk Giantz Education Gathering udah dibuka, loh.. Silahkan scan QR atau klik link di bio kami ya!

Event ini akan mengupas tuntas tentang The Giantz Education Program agar kamu lebih semangat ikutan The Giantz Education Program. Sssttt.. Event ini bebas biaya lhoo!
Tunggu apa lagi? Segera daftar, sebelum kehabisan seat....

Link Pendaftaran


Designed by Makyzz

Gaji dan KPI

“Mas, saya ingin naik gaji,”

demikian ungkapan salah satu karyawan di The Little Giantz Animation Studio

Tidak bisa dipungkiri bahwa di dalam dunia kerja ada masa-masa dimana karyawan akan meminta kenaikan gaji dengan berbagai alasan: kebutuhan mendesak, ingin membeli rumah, hingga meningkatkan kesejahteraan hidup, mau pun hal-hal lainnya. Cerita ini yang dibagikan oleh Ricky Manoppo selaku Chief Operating Officer dari The Little Giantz. “Buktikan kerjamu baik, para pimpinan pasti akan melihat hasil kerjamu,” kata beliau.  

Ada empat pertanyaan yang dilontarkan sebelum Mas Ricky memenuhi permintaan si karyawan. 
  1. Apakah kamu merasa pantas untuk mendapatkan kenaikan gaji? 
  2. Apakah kamu sudah memenuhi KPI posisi kamu? 
  3. Hal apa yang sudah kamu lakukan untuk melebihi KPI kamu?
  4. Apakah kamu merasa pantas untuk mendapatkan kenaikan gaji?
Pertanyaan pertama dan terakhir memang sama, namun setelah ditanyakan, bisa jadi pertanyaan pertama dan terakhir memiliki jawaban yang berbeda. 

Apakah kamu pantas mendapatkan kenaikan gaji? 

Rata-rata karyawan yang ditanyakan akan cenderung menjawab ‘iya’, tidak sedikit juga yang memberikan alasan karena masa kerja yang sudah cukup lama, tidak pernah datang terlambat, dan lain-lain. Tapi apakah hal-hal seperti ini memberikan keuntungan bagi perusahaan? 

Apakah kamu sudah memenuhi KPI posisi kamu? 

Layaknya setiap karyawan di suatu perusahaan memiliki uraian pekerjaan (job description) dengan Key Performance Indicator, yang sudah ditentukan berdasarkan ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. Dengan mengetahui KPI yang dimiliki dalam pekerjaan, setidaknya setiap karyawan memiliki pemahaman target minimum yang harus dicapai. 

Hal apa yang sudah kamu lakukan yang untuk melebihi KPI kamu?

Inilah ‘golden question’ yang beberapa orang mungkin tidak bisa jawab. Apakah kita sudah bekerja melebihi yang diharapkan oleh perusahaan, atau kita hanya kerja dengan tujuan memenuhi target minimum perusahaan? Apakah kita mau dan mampu untuk memberikan lebih? 

Bekerja itu tidak hanya datang ke kantor sesuai waktu yang ditentukan, mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan, kemudian pulang. Hal-hal tersebut sudah menjadi kewajiban seorang karyawan. Namun untuk membuktikan bahwa mereka pantas mendapatkan kenaikan gaji, memenuhi kewajiban saja tidak cukup. 

Memiliki inisiatif, bersikap asertif, mau dan mampu bekerja lebih dari yang diharapkan (willingness to do more), adalah sebagian dari poin-poin penting yang bisa menunjukkan kenapa seorang karyawan pantas mendapatkan kenaikan gaji. 

[Dan ketika pertanyaan ini diberikan biasanya karyawan baru berpikir ulang. Apakah benar mereka sudah pantas untuk meminta kenaikan gaji?] 

Jadi, kembali ke pertanyaan pertama: Apakah kamu merasa pantas untuk mendapatkan kenaikan gaji? [EJC/011118]
nussa web series edutaiment

Kami dari The Little Giantz mempersembahkan NUSSA. Web series edutainment yang akan menemani keluarga Indonesia dengan tayangan edukasi dan berkualitas. Semoga dengan tayangan ini bisa memberikan banyak manfaat dan warna baru animasi Indonesia.

Yuk di subscribe Youtube Channelnya untuk nonton episode-episode seru dari Nussa dan Rarra.



https://youtu.be/61doKOiYHC0

Mau tau update NUSSA? Yuk di follow juga IG nya di :

http://www.instagram.com/nussaofficial

#nussabisa #nussauntukindonesia

Nussa telah menjadi perbincangan di Indonesia. Berikut Pemeberitaan Nussa

Detik


Tempo


Beritajakartaid

Kumparan


Talkshow dan sharing Animation “ Are You Ready to Industry Animation “

Diselenggarakan :
Hari/Tanggal : 26 – 28 Oktober 2018
Lokasi : Cimahi Technopark , Baros – Cimahi

Talkshow dan sharing Animation “ Be Creative 3D Animation “

Diselenggarakan :

Hari/ Tanggal : Jumat, 21 September 2018
Waktu : 13.30 – 15.30 WIB
Lokasi : Hartono Mall Solo Baru
Animator kerap dipandang sebelah mata, khususnya di Indonesia. Bony Wirasmoro, Direktur Kreatif The Little Giantz Studio memamparkan bagaimana pertumbuhan Industri Animasi semakin berkembang seiring perkembangan teknologi yang ada.

Bahkan Indonesia sendiri sudah mulai dilirik oleh pasar Internasional.  Sehingga perlu adanya pendidikan yang berkualitas untuk menciptakan pruduk produk unggulan dalam bidang Animasi yang diakui oleh dunia Internasional.


Sharing Animasi dengan The Little Giantz Studio diselenggarakan di Galeri Seni Rupa IKJ Pada Tanggal 22 Mei 2018





Artikel ini telah di publikasikan di Detik.com dengan  asli Membawa Industri Animasi Hollywood ke Indonesia.

Jakarta - Animasi menjadi bagian dari industri perfilman saat ini. Animasi di Hollywood menjadi salah satu hal yang juga kian disorot belakangan.

Lihat saja bagaimana euforia yang diterima seri ketiga Avengers dalam 'Infinity War'. Euforia itu semakin berlipat mengetahui ada kontribusi animator Tanah Air bernama Ronny Gani di dalamnya.

Bukan hal yang tak mungkin Indonesia bisa mengejar ketertinggalan Hollywood kemudian. Dalam sebuah talkshow yang digelar studio animasi The Little Giantz di bilangan Cilandak Jakarta Selatan belum lama ini, mimpi itu diyakini bisa dikejar.

The Little Giantz sendiri merupakan studio animasi yang kini mengerjakan banyak proyek animasi serial Hollywood. Berdiri sejak 2016 lalu, The Little Giantz telah bekerja sama dengan studio internasional dari negara Finlandia, Denmark, dan Malaysia.

"Memang yang jadi mimpi kita itu bisa mengembangkan industri animasi di Indonesia. Pasar kita ada loh, cuma kita kurang SDM aja selama ini," ujar CEO The Little Giantz, Aditya Triantoro, Sabtu (5/5/2018).

Baca juga: Penggemar Avengers Diminta Move On dari Ending Infinity War

Saat ini bersama animator Ronny Gani, The Little Giantz tengah menggagas pelatihan animasi bagi anak-anak muda.

"Jadi ini semacam program CSR dari The Little Giantz. Buat saya pribadi, ini kerjasama yang udah kepengen saya bangun sama Ronny karena kami sahabat juga," urai Adittoro.

Adittoro meyakini, Indonesia menjadi pasar yang dilirik oleh studio-studio animasi besar dunia.

"Kalau saya udah bisa sampai ke Hollywood dan menjadi bagian sebagai animator di sana, saya akan bawa Hollywood ke sini. Itu sih yang mulai saya yakini. Dan Indonesia punya potensi untuk itu," tukas Adittoro.
(doc/dar)


Artikel ini telah di publikasi oleh Antvklik.com ketika berkunjung ke Kantor The Little Giantz. Berikut artikel :

Bagi penggemar animasi terutama Disney, pastinya sudah tidak asing dong ya sama film Coco? Film yang memiliki cerita menyentuh, dan pastinya bikin kamu nangis di bioskop ini, berhasil memenangkan penghargaan Golden Globe Awards sebagai Best Animated Feature. Selain memenangkan Best Animated Feature, Coco juga memenangkan Best Original Song untuk lagu Remember Me. Sekarang yuk marikita berbicara tentang perusahaan animasi di Indonesia, yup siapa lagi kalau bukan Little Giantz Indonesia.

Sejenak mari kita lupakan film Coco dan sederet penghargaannya, bagaimana nasib animasi sendiri di Indonesia? Perkembangan animasi di Indonesia sendiri, masih sangat kurang disambut baik oleh masyarakat Indonesia, dan juga peran dukungan pemerintah yang masih sangat kurang.


Meskipun dirasa mampu untuk bersaing di dunia internasional, para seniman terutama animator di Indonesia masih kurang dilirik oleh pemerintah dengan dukungan berupa, ketersediaan lapangan kerja, beasiswa untuk pendidikan animasi, kemudahan pajak, permodalan usaha kreatif industri animasi dan bantuan dalam hal pemasaran.

Jumat lalu, Tim ANTVKlik berkesempatan untuk intip dapur salah satu perusahaan animasi di Indonesia lho, The Little Giantz Indonesia. Mungkin nama ini sedikit asing di telinga, namun Indonesia patut bangga dengannya. Siapa yang menyangka jika The Little Giantz Indonesia merupakan salah satu perusahaan animasi yang sudah bertaraf internasional? Kami pun dibuat terkagum dengan client besar yang ditangani oleh The Little Giantz ini.


'Sinergi Membangun Industri Animasi Indonesia', tema itu dipilih oleh The Little Giantz dengan tujuan dapat menumbuhkan minat generasi muda, untuk terjun ke dunia animasi. Tentunya dengan harapan bisa menghasilkan sebuah industri yang profesional dengan daya jangkau internasional, seperti yang sudah dilakukan oleh The Little Giantz. Selain itu, The Little Giantz Indonesia juga mengundang perwakilan dari Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Bapak. Wawan Rusiawan, selaku Direktur Riset dan Pengembangan.

Kehadiran Bapak Wawan Rusiawan ini, pastinya dengan tujuan para pelaku industri kreatif terutama animasi bisa mendapatkan sedikit keringanan dalam mengembangkan bisnis animasi di Indonesia. Tidak hanya Bapak Wawan Rusiawan yang turut hadir, Bapak Deddy Syamsuddin selaku Head of Animation Program Binus University juga hadir menjadi pembicara.

Kantor Super Nyaman


Tim ANTVKlik disambut hangat saat tiba di kantor The Little Giantz Indonesia. Kantor ini memiliki lahan yang cukup luas, dan memiliki desain bangunan yang terlihat seperti bangunan yang unik. Ketika masuk, kami langsung diajak untuk berkeliling kantor The Little Giantz. Tidak seperti diluar, bangunan di dalam cukup membuat kami terkagum. Banyak games yang disajikan disana, mungkin dengan tujuan agar para karyawan tidak jenuh dan stres dengan deadline yang menghantui.

Little Giantz Indonesia

Bapak Aditya Triantoro, selaku CEO dari The Little Giantz Indonesia mengatakan bahwa perusahaan animasinya baru saja berdiri satu tahun, namun sudah berhasil mencuri pasar internasional sekelas Disney XD, Ubisoft, Lego, Anima Point, Wilfilm dan Lucasfilm. Kebayang dong gimana kerennya The Little Giantz ini?

Kita pernah dapet tawaran langsung dari perusahaan animasi di luar sana, tapi kita terkendala persyaratan. Salah satu syaratnya adalah kita harus punya minimal 300 tenaga kerja. Kita cuma punya sekitar 150aja. Jadi dari syarat itu aja kita belum bisa, padahal kita mampu.
-Adittoro-

Aditya Triantoro atau biasa disapa dengan Adittoro juga menambahkan, kalau dirinya sempat terkendala dengan pajak. Dirinya memiliki keinginan untuk memesan alat untuk produksi animasi, yang dikirim langsung dari luar negeri. Namun, setelah dihitung, biaya pajak dan harga alat yang dipesan hampir sama, sehingga Adittoro mengurungkan niatnya untuk memesan alat tersebut.

Berkat bertemunya Adittoro bersama dengan Bapak Wawan, membuka peluang dan sedikit keringanan terkait biaya pajak tersebut. Bapak Wawan mengatakan bahwa dirinya akan melakukan negosiasi terkait pajak yang dikenakan. Hal tersebut tentunya melegakan para pelaku bisnis animasi, dan pastinya berharap agar pemerintah lebih memperhatikan dunia animasi di Indonesia.


Pertemuan singkat, namun padat yang kami hadiri ini membuka peluang yang sangat besar bagi kalian yang ingin terjun ke dunia animasi. Bahkan, Bapak Wawan mengatakan sudah mendapat tawaran dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Beliau mengatakan bahwa akan hadir di Indonesia para pelaku seni besar dan ternama dari Amerika, yang akan membagikan ilmu kepada masyarakat Indonesia tentang industri animasi.

Tempat Mencetak Animator Handal

Pihak The Little Giantz, sebagai salah satu studio animasi ingin membantu, dan berencana menghadirkan kursus di bidang animasi. Nantinya, para peserta kursus animasi ini yang sudah mendaftarkan dirinya bisa mendapat pelajaran langsung seputar animasi, yang akan dibimbing langsung dengan animator-animator handal dari The Little Giantz.

Semoga dengan bertemunya para pelaku seni terutama dibidang animasi, dengan perwakilan dari BEKRAF bisa mencerahkan dan sama-sama membangun kemajuan industri animasi hingga ke mancanegara ya.

Artikle Sumber : Antvklik.com