Gaji dan KPI

Designed by Makyzz

Gaji dan KPI

“Mas, saya ingin naik gaji,”

demikian ungkapan salah satu karyawan di The Little Giantz Animation Studio

Tidak bisa dipungkiri bahwa di dalam dunia kerja ada masa-masa dimana karyawan akan meminta kenaikan gaji dengan berbagai alasan: kebutuhan mendesak, ingin membeli rumah, hingga meningkatkan kesejahteraan hidup, mau pun hal-hal lainnya. Cerita ini yang dibagikan oleh Ricky Manoppo selaku Chief Operating Officer dari The Little Giantz. “Buktikan kerjamu baik, para pimpinan pasti akan melihat hasil kerjamu,” kata beliau.  

Ada empat pertanyaan yang dilontarkan sebelum Mas Ricky memenuhi permintaan si karyawan. 
  1. Apakah kamu merasa pantas untuk mendapatkan kenaikan gaji? 
  2. Apakah kamu sudah memenuhi KPI posisi kamu? 
  3. Hal apa yang sudah kamu lakukan untuk melebihi KPI kamu?
  4. Apakah kamu merasa pantas untuk mendapatkan kenaikan gaji?
Pertanyaan pertama dan terakhir memang sama, namun setelah ditanyakan, bisa jadi pertanyaan pertama dan terakhir memiliki jawaban yang berbeda. 

Apakah kamu pantas mendapatkan kenaikan gaji? 

Rata-rata karyawan yang ditanyakan akan cenderung menjawab ‘iya’, tidak sedikit juga yang memberikan alasan karena masa kerja yang sudah cukup lama, tidak pernah datang terlambat, dan lain-lain. Tapi apakah hal-hal seperti ini memberikan keuntungan bagi perusahaan? 

Apakah kamu sudah memenuhi KPI posisi kamu? 

Layaknya setiap karyawan di suatu perusahaan memiliki uraian pekerjaan (job description) dengan Key Performance Indicator, yang sudah ditentukan berdasarkan ukuran kuantitatif yang digunakan perusahaan atau industri untuk mengukur atau membandingkan kinerja dalam hal memenuhi tujuan strategis dan operasional mereka. Dengan mengetahui KPI yang dimiliki dalam pekerjaan, setidaknya setiap karyawan memiliki pemahaman target minimum yang harus dicapai. 

Hal apa yang sudah kamu lakukan yang untuk melebihi KPI kamu?

Inilah ‘golden question’ yang beberapa orang mungkin tidak bisa jawab. Apakah kita sudah bekerja melebihi yang diharapkan oleh perusahaan, atau kita hanya kerja dengan tujuan memenuhi target minimum perusahaan? Apakah kita mau dan mampu untuk memberikan lebih? 

Bekerja itu tidak hanya datang ke kantor sesuai waktu yang ditentukan, mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan, kemudian pulang. Hal-hal tersebut sudah menjadi kewajiban seorang karyawan. Namun untuk membuktikan bahwa mereka pantas mendapatkan kenaikan gaji, memenuhi kewajiban saja tidak cukup. 

Memiliki inisiatif, bersikap asertif, mau dan mampu bekerja lebih dari yang diharapkan (willingness to do more), adalah sebagian dari poin-poin penting yang bisa menunjukkan kenapa seorang karyawan pantas mendapatkan kenaikan gaji. 

[Dan ketika pertanyaan ini diberikan biasanya karyawan baru berpikir ulang. Apakah benar mereka sudah pantas untuk meminta kenaikan gaji?] 

Jadi, kembali ke pertanyaan pertama: Apakah kamu merasa pantas untuk mendapatkan kenaikan gaji? [EJC/011118]